Hari libur pun telah datang, aku dan kawan-kawanku akan pergi di puncak di villa milik keluargaku.
Namaku adalah Vino, aku adalah
siswa SMAN 37 jakarta utara. Kawan kawanku adalah Ratna, Jesika, Robert Diana dan Vino. kita pun segera berangkat. dan sampailah kita di Villa. pemandangan di puncak sangat indah, terlihat dari balkon
villa, udaranya di puncak pun sangat segar.
Villa milik keluargaku ini sangat luas di
samping villa tersedia kolam renang yang bersih dan luas. Kolam renang itu terletak di sisi kanan villa, sedangkan di samping kiri villa terlihat hutan rimba yang luas dan gelap. Konon hutan itu terdengar banyak cerita. Ada gadis belanda yang tewas gara-gara tergigit
ular berbisa, ada juga gadis kecil yang tewas mengenaskan karena terlilit ranting pohon sampai kedua kakinya retak, ada juga gadis kecil yang sedang bermain di hutan yang tiba- tiba menghilang, dan keesokan harinnya gadis itu ditemukan tewas dengan memakai gaun putih panjang dan mata merah dengan keadaan yang tidak wajar. Itu sih kata orang-orang sekitar. Mungkin hanya mitos
atau cerita karangan masyarakat.
Villa ini menyediakan fasilitas lengkap
tersedia
7 kamar tidur
3 kamar mandi
1 dapur
1 ruang makan
2 ruang bersantai
1 ruang tamu
dan ada ruangan lagi di atas
1 ruang band musik
1 ruang belajar
1 perpstakaan
1 ruang penyipanan baju
2 gudang penyimpanan barang
Maklum villa ini peninggalan belanda dan sudah dibeli sertifikatnya oleh keluargaku. jadi bangunanya sangat mirip sekali dengan bangunan belanda yang luas dan mewah.
Malamnya kami memilih membagi kamar tidur.
Aku dan Aldi akan tidur di kamar yang
pertama, Robert akan tidur sendiri di kamar
kedua, sedangkan Ratna, Jesika dan Diana
tidur di kamar ketiga.
Malam harinya Diana tidak bisa tertidur, dan
sementara itu Ratna dan Jesika sudah
tertidur pulas. Jendela dibiarkan terbuka,
dengan tirai kurden yang melayang-layang
terkena hembusan angin, jam dinding
menunjukan tepat jam 12.45 dini hari. Ia
merasa mendengar suara langkah kaki dan
suara tawa seorang gadis yang terdengar
samar-samar di telinganya.
Ia mencoba mendekati dan mengikuti suara
itu, dan sampailah ia di depan hutan rimba ia
melihat seseorang dari kejauhan. Diana
mendekati gadis itu, dan ternyata gadis itu
adalah seorang none belanda berambut
pirang, berbaju putih dan berparas cantik,
dia adalah hantu, gadis itu membawa pisau
yang sudah berlumuran darah.
Diana segera berteriak dan berlari menuju ke
dalam “Aaaaaaa…” teriak Diana, serta
menghampiri Ratna dan Jesika. Ratna dan
Jesika pun segera bangun setelah mendengar
suara teriakan Diana. “na kamu kenapa sih,
kok teriak-teriak?” tanya Jesika pada Diana,
“aku tadi lihat none belanda wajahnya putih
pucat matanya merah dan dia membawa pisau
yang berlumuran darah, aku perhatikan
ternyata dia hantu none belanda. Aku takut
banget.” Ucap Diana. “ya udah besok kita
bicarakan permasalahan ini, sekarang kita
tidur dulu, sekarang kan sudah pukul dua
malam.” Ucap Ratna.
Keesokan harinya Diana segera menceritakan
hal yang dialaminya semalam pada teman-
temannya. “kok hutan ini bisa angker tuh
gimana sih Vin ceritanya?” ujar Robert. “Iya
serem banget hutan ini.” Ucap Aldi. “Villa
kamu sih mewah dan indah, tapi kok
sampingnya hutan sih. Hutannya serem lagi…”
Ujar Diana. “ya memang hutan ini sangatlah
seram, dulunya banyak gadis belanda yang
tewas serta dibunuh kolonial tentara jerman,
karena mereka telah bekerja di negara
indonesia ini dan tidak mau melaksanakan
perintah dan tidak mau menjadi budak
tentara kolonial jerman. Sehingga mereka
tewas dibunuh oleh para pasuakan tentara
kolonial jerman dan arwah mereka semua
gentayangan dan akan membunuh siapapun
yang tidak mau menjadi budak mereka.” Ucap
Vino. “Vin gimana kalau kita nanti pulang
saja! kalau enggak ya sekarang aja kita
berkemas dan segera pulang di sini angker
banget vin!” ucap Aldi. “ya udah lebih baik,
kita pulang sekarang aja!” ucap Vino.
Mereka semua segera berkemas, dan segera
berangakat pulang. tiba-tiba dari jendela
mobil, Diana melihat gadis none belanda itu
lagi, sedang tersenyum serta melambaikan
tangan untuk Diana. Diana membalas
tersenyum juga serta melambaikan tangan
kepada gadis none belanda itu.
TAMAT...